jump to navigation

No.11: Jomblo (2006) September 3, 2009

Posted by Blue Velocity in Movie.
add a comment
El - Jomblo !!!!!!!!

El - Jomblo !!!!!!!!

Waktunya mereview  film lagi… Sekarang gw pilih salah satu film lokal tergokil yang pernah ada, JOMBLO !!!! Sumpah ni film keren banget, gw sampe bolak – balik nonton film ini dan ga bosen2… Lucunya itu bener2 kocak, fresh, dan emank menghibur banget……. Buat yang belum tahu, film ini dibuat berdasarkan novel best – selling karya Adhitya Mulya dengan judul yang sama. Adaptasi dari buku ke layar lebar ga menimbulkan masalah yang biasanya selalu timbul dengan ditandai penonton yang berkomentar “Lebih bagus bukunya nih….” Film ini bisa menggambarkan apa yang ada di buku dengan sangat pas, mungkin karena Hanung Bramantyo (Sutradara film ini) bener2 bisa mengubah dari bahasa buku ke dalam bentuk visualisasi film. Walaupun ada beberapa bagian yang sedikit berbeda dengan versi bukunya.

Novel Jomblo

Novel Jomblo

 Film ini mengisahkan kehidupan 4 sekawan Mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan di UNB (Universitas Negeri Bandung) yang dari seting tempatnya bisa dipastikan ada di lokasi yang sama dengan kampus gw ITB. Mungkin UNB ini hanyalah kamuflase Adhitya Mulya agar tidak membawa – bawa nama kampus Ganesha, jadi dia bisa bercerita sesuka hati tanpa perlu takut terkena tuntutan Pencemaran nama baik dari ITB. Pokoknya film ini bener2 mahasiswa banget deh suasananya.

4 Sekawan ini menamakan diri mereka El – Jomblo. Mereka adalah Agus Gurniwa (sang karakter utama), Doni (Playboy tampan, yang suka maenin cewe’… namanya juga Playboy kan), Olip (temen Agus yang paling sangar, tapi ga punya nyali buat kenalan sama cewe’ yang disukainya), dan Bimo (wong Jowo tulen yang doyan ngisep ganja, jadi sering eror otaknya). Fim ini adalah kisah mereka dalam menemukan CINTA.

Pemilihan aktor dan aktrisnya bener2 pas banget, bener2 sesuai dan bisa mendalami karakternya masing2. Ringgo sebagai Agus, wah ini yang bener2 pantes banget deh, kaya’nya si Agus itu ya si Ringgo, Ringgo udah ga merasa akting kali waktu dia syuting film ini, karena emank karakternya Agus tuh Ringgo banget. Namanya Ringgo juga Agus kan, Ringgo Agus Rahman, nah brarti emank dia yang paling cocok jadi karakter ini. Trus ada Christian Sugiono yang jadi Doni, si Playboy. Wah Si Sugiono ini emank pantes banget jadi playboy, cara ngomongnya, gayanya, wah semuanya deh. Sampe sekarang gw ga bisa ngilangin image Christian Sugiono sebagai Doni si Playboy, walaupun dia udah maen jadi karakter lain apa juga (biasanya banyak di sinetron2) tetep aja begitu denger dia ngomong… pasti keinget “Nama gw Doni…” (gaya dia kenalan waktu flirting sama cewe’). Bimo sama Olip juga pas banget pemilihan aktornya. Dennis Adhiswara yang terkenal karena jadi Mamet di film AADC (Ada Apa dengan Cinta) meranin tokoh Bimo yang karakternya ga jauh beda sama Mamet, cuma disini dia hobi nge-ganja dan klo ngomong harus medok karena Bimo adalah orang Jawa Asli. Trus Rizki Hanggono sih emank spesialisasinya jadi cowo’ yang ga pernah berhasil mendapatkan wanita pujaannya kali ya (really, coba aja liat film2nya dia) pas banget kan sama tokoh Olip yang akhirnya harus melepaskan Asri (wanita pujaannya) buat Doni, sahabatnya sendiri. Sad……. Trus buat karakter yang cewe’ ada Rianti Cartwright yang memerankan Asri juga seperti ga akting sama sekali. Begitu Rianti maen di film Ayat – Ayat Cinta pun masih nempel image Asri yang manja – manja menggoda gimana gitu, haha. Trus si Neng Rita (pacarnya Agus) juga oke diperanin sama Richa Novisha, Sunda Pisannn…… Lani, selingkuhannya Agus pun juga pas diperanin sama Nadia Saphira (memberi kesan awal yang tidak ramah, namun bikin penasaran)

Ada sedikit perbedaan cerita di film  sama di buku, klo di buku Agus selingkuh sama Lani sampe Kebablasan ML (You know what it means), klo di film Agus udah berniat untuk ML tapi ga jadi karena dia ga mau salah bertindak (yah kenapa ga dibuat kaya’ di buku aja, kan mantap ngliat mereka bgituan… WOY !!!) trnyata Hanung juga mau memberikan pesan moral buat para pemuda – pemudi yang mungkin di jaman sekarang ini, bahkan di Indonesia pun pergaulan bebas sebebas – bebasnya itu udah biasa banget. Karena itu Hanung bener2 ngasih pesen, bagi yang mau nglakuin itu, pikir dulu, klo udah pikir lagi, klo udah pikir lagi klo perlu sampe 1000 kali, udah siapkah kita sama risiko yang bakal terjadi…. Perubahan cerita ini juga pasti udah disetujuin sama Adhitya Mulya, hmmm, Nice…..  

Di film juga ada Quotes yang bener2 nyantol di otak gw.

“Jika saya terus mencari yang lebih baik, suatu saat nanti pasti saya juga akan ninggalin kamu…. Saya harus punya komitmen…….”              

 “Cinta… ga bisa pake logika…”           

 “Cinta itu bisa datang, cinta juga bisa pergi. Tapi ada satu yang cinta enggak bisa….cinta enggak bisa menunggu…”                                                                  

  “Jomblo itu pedih Jenderal…. ” klo ga salah quote yang  ini ada di buku,  haha………  banyak deh quote2 yang bagus di film atau di bukunya, bisa dijadiin buku baru tuh.

Buat Soundtrack juga PAS banget diisi sama SEURIEUS (bener ga ya tullisannya).. Lagu2 nya enak mantap dan kocak2 juga. Dulu gw punya kaset aslinya (beneran asli, ga bo’ong gw) eh tiba2 pita kasetnnya rusak, kebelit2 gitu.. wah ujung2nya jadi mengunduh alias donwload juga deh.. (sori Candil !)…….

jadi nilai film ini:

Story : 9.5 / 10

Visual : 9 / 10 

Sound : 8.5 / 10

                Overall :     9 / 10

 Mantap !!!! Nonton lagi ah………

oiya mungkin gara – gara film ini juga gw jadi pengen kuliah di ITB, haha………

No. 6: Final Fantasy VII Advent Children (2005) September 1, 2009

Posted by Blue Velocity in Movie.
3 comments
Cloud and Sephiroth, The Best Protagonist and Antagonist Characters

Cloud and Sephiroth, The Best Pair of Protagonist and Antagonist Characters

 Ini review movie pertama gw… kenapa film ini yang gw pilih??? pertama karena jujur film ini adalah film yang paling sering gw tonton, mungkin udah puluhan kali gw tonton ini film di dvd… dan juga film ini adalah film yang paling banyak di koleksi film2 di rumah gw.. karena gw punya film ini dalam berbagai macam versi….

versi pertama yang gw punya adalah versi DVD bajakan biasa (saat baru pertama kali rilis, dengan bahasa Jepang tapi ada subtitlenya) dr versi yg ini aja udah gw tonton bolak balik karena saking kerennya…. trus keluarlah film originalnya, tapi dalam format VCD, klo VCD kan gambarnya tidak setajam DVD… gw bingung kenapa ngga yang DVD version aja yang dirilis, walaupun agak kecewa tetep gw beli, karena gw bener2 respek sama film ini, masa’ gw ga punya aslinya…. trus tiba2 gw nemu lagi nih DVD separo asli separo bajakan, kaya’nya ini kopian dari DVD original yang beredar di luar Indonesia ( versi ini lebih keren karena ada 2 bahasa, Bahasa Inggris sama Bahasa Jepang) gw sih lebih seneng muter film ini dalam bahasa Inggris, karena jadi lebih keren aja, walaupun dubbingnya tidak semenjiwai orang2 Jepang….

eh ternyata, di Indonesia pun dirilis yang versi DVD originalnya… gw mau beli lagi, tapi stelah gw pikir2 paling isi Fitur2nya sama kaya DVD semi-original gw td itu… haha… (agak nyesel jg sih, coba gw tau ada yang asli beneran dulu, gw beli yang itu deh… klo Original kan lebih Long – Lasting)…

Film ini adalah lanjutan dari cerita game FF VII yang ada di PS1, dengan setting 2 tahun sesudah akhir kisah game tersebut. Di akhir game dicritakan Midgar porak poranda karena hampir bertabarakan dengan Meteor (ya meteor, benda dari luar angkasa yang jatuh ke bumi karena disummon oleh the bad guy, Sephiroth, agar bumi hancur dan bisa menjadi miliknya) tabrakan dengan meteor dapat dihindari karena bumi mendapat pertolongan dari Lifestream (Source of Life, bentuknya sinar2 ijo terang yang mengalir2 gitu)…

nah 2 tahun setelah kejadian itu, muncul penyakit baru di muka bumi, yang bernama Geostigma (infeksi dari sel Jenova yang masuk dalam tubuh dan merusak jaringan, ditandai dengan kulit yang seperti terkena noda hitam). Ada banyak orang yang tekena penyakit ini, termasuk sang jagoan, Cloud.

Cloud sendiri ga cuma punya masalah sama penyakit ini aja, dia juga dihantui masa lalunya yg membuat dia tidak mau “Move on” (di dlm game dia merasa bersalah karena membiarkan Aerith, perempuan yang dia sukai mati dibunuh Sephiroth) padahal di sampingnya sudah ada Tifa (karakter cewe seksi) yang mau menemani Cloud melawan penyakit tersebut, tapi gara2 cloudnya yg tidak ingin survive karena masih merasa bersalah kepada Aerith jadi membuat dia sering bertengkar dengan Tifa.

Di film ini muncul karakter antagonis baru, Kadaj’ gang. 3 orang berambut putih yang bertujuan untuk membangkitkan Sephiroth lagi (dia mati di akhir game dibunuh dengan Omnislash Cloud). Kadaj, Pimpinan grup ini, menginginkan sel Jenova yang disimpan oleh Rufus Shinra (Pimpinan Shin-ra Company, company yang mengeksploitasi Lifestream untuk kehidupan). Dia membutuhkan Jenova untuk bisa “Re-union” dengan Sephiroth alias berubah menjadi dirinya.

Di akhir film, Kadaj berhasil mendapatkan Jenova dan berubah menjadi Sephiroth, lalu bertempurlah dia dengan hero kita Cloud, 2  karakter bad – ass itu bener2 gokil, loncat sana loncat sini, tebas terus ngluarin Limit masing2 (semacam jurus, istilah di game adalah Limit)… yang paling keren pastinya Limit Cloud yang paling baru, Omnislash versi film (Cloud jadi banyak trus menebas2 Sephiroth, DIE YOU !!!) dan Sephitroth pun menghilang lagi.. sebelum menghilang dia mengeluarkan one – wing nya lalu berkata ” I wont be just a memory”……… (possible sequel, maybe)

 Cerita di game ini sudah bagus dengan adanya penambahan karakter baru, seperti Kadaj dan Gangnya, Denzel( anak asuh Cloud dan Tifa)… namun Hero2 kita yang ada di dalam game malah jadi figuran saja, hanya muncul saat battle terkahir lawan Shin – Bahamut. Waktu gw pertama kali ngliat trailer film ini, gw kira Cloud bakal berpetualang lagi sama temen2nya buat menumpas kejahatan (kaya’ di game lah), eh trnyata tidak seperti itu… malah yang dapet porsi berlebih adalah karakter bawahan Shinra, Reno and Rude (terlalu dipaksakan untuk mendapat scene yang banyak, harusnya dia diganti dengan karakter Hero yang lain)…

Visual, absolutely perfect. Sound, because it’s a Final Fantasy, of course it’s Mr. Nobuo Uematsu’s thing too. Perfect sound effect, sound track (seperti biasa gw simpen MP3nya…haha)

DVD Features, nice extra with 2 spoken languages, deleted Scenes, Trailers, and Reminiscence of FF VII (potongan2 scene dari game FF VII, untuk kenangan)…

Conclusion:

Story: 8 / 10

Visual: 10 / 10

Sound: 8 / 10

DVD Features: 8.5 / 10

                   Overall            :  8.6 / 10